Home > renungan > Seragam – Seragamku

Seragam – Seragamku

Seragam OSIS-ku

Secara sepintas gambar di atas mungkin biasa saja. Seragam OSIS seperti itu banyak dijual di toko – toko, atau bahkan mungkin di tempat penjual kain kiloan (^-^).

Seragam pramuka-ku

Begitu juga dengan gambar ini. Seragam pramuka seperti itu juga banyak di jual di toko – toko perlengkapan pramuka.
Kaos Raimuna-ku
Tak ketinggalan kaos seperti ini juga saya yakin banyak di jual di pasar atau di toko – toko.
 
Mungkin sebagian orang berpikir seperti itu, tapi bagiku seragam – seragam tersebut sangatlah spesial. Hingga kini tahun 2011 ( 5 tahun setelah lulus SMK) baju itu masih tertata rapi di almariku dan juga masih terpakai jika ada keperluan. Namun coba lihat anak – anak muda sekarang, belum juga terima ijazah (baru sebatas pengumuman lulus) tetapi seragam mereka sudah begitu kotor penuh dengan coretan, sambil konvoi bikin kemacetan dan tak jarang terjadi tawuran. 

Ada cerita tersendiri dari masing – masing seragam tersebut.
Yang pertama tentang seragam OSIS. Seragam itu telah kupakai sejak tahun 2004. Ketika aku lulus tahun 2006 seragam tersebut kuserahkan kepada adikku. Aku dan adikku terpaut 2 tahun tetapi postur dan perawakan kita hampir sama (eh nggak, dia lebih tinggi dikit). Makanya seragam itu cocok untuknya. Setelah dia lulus tahun 2008, seragam tersebut diserahkan kembali padaku (Lho kok balik lagi hehe ^-^). Nah sampai sekarang seragam tersebut masih sering kupakai. Tentu saja setelah Badge OSIS dan Badge lokasinya saya lepas (hehe ntar dikira masih sekolah).
Yang kedua tentang seragam pramuka. Seragam ini merupakan seragam kenang – kenangan dari Kwarcab ketika kegiatan Raimuna Daerah IX tahun 2005. Seragam ini tidak aku lungsurkan pada adikku, soalnya dia masih punya sendiri seragam pramuka yang lebih keren. Alasan lainnya seragam tersebut juga masih sering kupakai. Sampai sekarang saya masih sering diundang untuk membantu dalam kegiatan seperti PTA, Dianpinsa, Kemah tutup tahun, dsb. 
Sedangkan yang ketiga adalah kaos kontingen. Kaos ini merupakan kaos yang dipakai oleh semua kontingen asal Kwarcab Magelang dalam kegiatan Raimuna Daerah IX di jepara. Sampai sekarang masih kupakai buat olahraga rutin kayak lari pagi dsb.
Alasan lainnya kenapa seragam – seragam tersebut masih terpakai, tentu saja prinsip yang selalu ditanamkan oleh keluarga yakni “selama masih layak pakai jangan dibuang tetapi gunakanlah pada tempat dan situasi yang tepat”. 

Hal di atas hanya contoh saja, di tempat lain tentu masih banyak orang yang lebih baik dari saya. Mungkin salah satunya anda sendiri. Ini hanya sebatas pelajaran kepada anak muda biar mereka bisa melakukan hal yang lebih baik terhadap seragam mereka.

Sekian terima kasih
Categories: renungan
  1. June 11, 2011 at 9:07 PM

    betul Mas, seragam yg masih layak pakai seharusnya bisa dirapikan atau disumbangkan bagi siswa yg lebih memerlukan.Salam…

  2. June 11, 2011 at 9:47 PM

    bagus sekali :)saya malah udah ga tau ada di mana semua seragam2 itu😀

  3. June 12, 2011 at 3:09 AM

    penghematan, asik asik😀

  4. June 12, 2011 at 5:08 AM

    @setuju pak@nique : makasih@fonega : hemat pangkal kaya🙂

  5. June 12, 2011 at 8:18 AM

    wah, ternyata baru saja lulus SMA ya, saya sudah ngga ingat apa apa lagi jaman seragam abu abu putih, andai saat itu sudah ada blogger, pasti semua ada dokumentasinya🙂

  6. June 12, 2011 at 9:28 AM

    Seragam sma saya masih ada, tapi tercorat-coret.. Hihihi

  7. June 12, 2011 at 2:40 PM

    goood,sragamq jga masih ada,tp g'q gunain mas

  8. June 12, 2011 at 3:15 PM

    wah seragam-seragam SMA saya sudah musnah termakan usia…. g tahu kemana… kena banjir mungkin

  9. June 12, 2011 at 3:15 PM

    wah amsih diabadikan ya seragamnya

  10. June 12, 2011 at 5:10 PM

    seragam SMA saya sekarang dipake adek :)waktu dulu lulus SMA, yang ketauan corat-coret seragam gg bakal dikasih surat kelulusannya sama kepala sekolah

  11. June 13, 2011 at 6:58 AM

    tapi yang baru apa salahnya😮

  12. June 14, 2011 at 5:23 PM

    @fonega : ya kalau punya yang baru ya nggak apa – apa

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: