Home > opini, renungan > Air tajen (ternyata) menyehatkan

Air tajen (ternyata) menyehatkan

Ketika menonton iklan shiren sunkar dan tengku wisnu yang salah satu pesannya adalah “kehamilan dan kelahiran jangan rapat – rapat, saya jadi teringat kenangan saya kecil saya. Suatu hari saat usia sudah 8 tahun ibu saya berkata kepadaku “Wan mae njalok ngapuro yo, mae ora iso nggenepi susuan kowe rong tahun. Mae mung iso ngganti nganggo banyu tajen  (Wan, ibu minta maaf ya, ibu nggak bisa melengkapi masa menyusu kamu selama 2 tahun. Ibu hanya bisa mengganti dengan air tajen).  Saya yang nggak ngerti apa – apa hanya menjawab, “mboten menopo – nopo mak (tidak apa – apa bu)
Setelah dewasa saya baru tahu bahwa usia susuan itu sebaiknya selama 2 tahun. Setelah 2 tahun barulah disapih. Adapun mengapa masa susuan tersebut harus berhenti lantaran setelah saya umur 1 tahun ibu sudah mengandung adik saya yang nomor dua. Zat makanan yang biasanya diproses menjadi susu telah disalurkan ke janin yang ada di dalam. Alhasil jadilah saya minum air tajen sejak saat itu.

Saya sangat trenyuh bila ingat ibuku yang begitu mau berlapang dada minta maaf kepada saya. Beliau begitu bertanggung jawab dengan apa yang menjadi tugasnya. Tentunya saat itu beliau sangat ingin menggenapi masa susuannya selama 2 tahun. Namun kenyataan berkata lain harus bagaimana lagi?
Setelah bertahun – tahun kini saya pun sudah besar dan hasilnya ternyata saya sehat – sehat aja. Tinggiku 172 cm dan berat badan 64 Kg bagiku itu termasuk ideal. Maka dari itu, saya menyimpulkan bahwa air tajen (ternyata) menyehatkan. Dalam air tajen terdapat kandungan Vitamin B dan karbohidrat yang cukup tinggi.
Namun kini sangat jarang keluarga yang memberi anaknya air tajen. Kebanyakan dari mereka menanak nasi memakai rice cooker hasilnya ya nggak ada tuch yang namanya air tajen. Tapi nggak masalah jika memang keluarga bisa memberi asupan yang lebih bergizi seperti susu atau yang lain.
Sekian postingan kali ini semoga bermanfaat.
Categories: opini, renungan
  1. June 14, 2011 at 11:49 PM

    memang dilema seorang ibu yah dalam hal memberi ASI. Masih bagus itu masih sempat memberi anaknya ASI selama setahun🙂 Ada seorang ibu2 yg bener2 ASI nya kering dan tak keluar sama sekali. Jaman susah begini, memang banyak yg berat tuk beli sufor. muahal!!! berat dikantong😀

  2. June 14, 2011 at 11:55 PM

    Mungkin karena gag praktis, jadi orang sekarang malas menyediakan air tajin buat anak anak nya ya.Salam.. .

  3. June 15, 2011 at 5:27 AM

    @aubergine : Alhamdulillah masih untung masih sempat memberi selama 1 tahun@mood : Ya seperti itulah kehidupan zaman sekarang, nyari yang praktisSalam balik

  4. June 15, 2011 at 10:44 AM

    air tajen itu apa ya? Nasibku lebih apis lagi karena tak sampai disusui sampai setahun berhubung air susu ibuku yang memang sedikit. Dan tak ada diberi asupan nutrisi dan suplemen dari susu bagus yang mahal di pasaran. Tapi nenekku selalu menyediakan kacang hijau yang ditumbuk sendiri dan menjadi asupan gizi tambahanku di waktu balita, begitu ceritanya

  5. June 15, 2011 at 6:12 PM
  6. June 15, 2011 at 9:49 PM

    Anak saya susah sekali PUP. Dr menyarankan untuk mengganti sufor. Sy lakukan, sayang PUP tetap susah. Sampai akhirnya kami beri dia AIR TAJIN, ALHAMDULLILLAH, Pup Luancar … Sy jd menyepakati kl AJIN itu MENYEHATKAN. Salam kenal mas Jier …

  7. June 16, 2011 at 5:44 PM

    @ suretno : alhamdulillah akhirnya masalah terselesaikan juga ya. kita sepakat yah semoga sukses

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: