Home > mitos > Cinta dan peluang bisnis

Cinta dan peluang bisnis

Melanjutkan cerita yang kemarin tentang “Antara Borobudur dan Verona”. Saya lihat – lihat kembali koleksi buku – buku saya di rak buku dan akhirnya menemukan sebuah buku novel dulu yang pernah kubaca. Nama buku tersebut “edensor” yang merupakan salah satu buku dalam tetralogi Laskar Pelangi. Novel tersebut ditulis oleh penulis asal Belitong bernama Andrea Hirata.
Saya kutipkan bagian isi buku tersebut yang berhubungan dengan kota Verona.

“Jika ada sesuatu yang paling absurd di muka bumi ini, itu adalah cinta. Aku melihatnya sendiri di Verona. Tak jauh dari Coosseum Verona, ada sebuah rumah tua. Rumah tua yang biasa saja, namun dulu, william Shakespeare, jauh – jauh datang dari London untuk kost di rumah itu, tentu saja demi suatu ilusi suci yang disebut kaum seniman sebagai inspirasi. Shakespeare ingin menyerap gairah cinta Italy. Di rumah tua itulah ia menulis kisah cinta terbesar dalam sejarah umat : Romeo dan Juliette.
Kota praja Verona serta-merta memanipulasi kesintingan manusia akan cinta menjadi peluang bisnis. Rumah tua itu dijadikan objek wisata. Pamor rumah itu hampir mengalahkan Colosseum Verona. Aku memasuki kamar di tingkat dua yang disebut sebagai kamar Shakespeare. Di luar kamar itu ada balkon. Waktu menulis adegan Romeo memanjat kamar dengan gordijn yang dijulurkan Juliette, Shakespeare pasti terinspirasi oleh balkon itu. Berbondong-bondonglah para turis, terutama yang sedang kasmaran mengunjungi balkon yang kondang dengan sebutan Juliette Balcony. Lebih indah lagi, mereka boleh menuliskan ikrar cintanya di sana. Awalnya hanya di balkon. Namun karena semakin banyak turis yang datang, mereka dibolehkan menuis ikrar asmara di seluruh dinding luar rumah.
Agar lebih dramatis, di bawah balkon didirikan patung perunggu Juliette dalam posisi berdiri. Ia kemayu, matanya penuh cinta, namun bermuram durja, dan tubuhnya sedikit terbuka. Dengan sangat jeli-karena tahu cinta itu absurd-petugas kota praja, atau tak tahu siapa, mendengungkan kabar yang sedikit melankolis bahwa jika romansa ingin langgeng, pasangan yang sedang di mabuk cinta harus mengusap dada kanan patung Juliette.
Kawan, sering kudengar kabar tentang sintingnya cinta namun baru di Juliette Balcony kubuktikan semuanya. Jutaan, ya, jutaan kekasih telah mengusap dada kanan Juliette sehingga mengkilap seperti diamplas, sedang bagian tubuhnya yang lain tetap segelap perunggu. Kasihan aku melihat Juliette. Lalu para sejoli yang mabuk kepayang menulis ikrar cinta mereka. Puluhan, mungkin ratusan juta ikrar cinta dalam ratusan bahasa asing menghiasi tembok. Tembok tak cukup, mereka menulis di lantai, di bangku-bangku taman, di pilar, di tiang-tiang, bahkan di plafon.
Karena kejelian kota praja memanipulasi kekonyolan cinta, Verona menjadi salah satu wilayah terkaya di Italia. Blessing in disguise, berkah terselubung dari turis-turis mabuk kepayang yang sudah tidak lurus lagi akalnya. Padahal banyak ahli sejarah yang meragukan apakah William Shakespeare menulis Romeo dan Juliette di Verona dan pernah tinggal di rumah itu. Lebih dari itu, Romeo dan Juliette hanyalah sebuah fiksi. Pencitraan dan representasi, itulah inti persoalan di sini.”
Membaca cerita tersebut sata jadi terpikir satu ide, bagaimana kalau kita dengungkan mitos bahwa, siapa yang mencium tugu muda Semarang, dia akan awet muda. Mungkin saja tugu muda akan banyak dikunjungi wisatawan hehe 🙂
Lebih dari itu saya salut pada Dinas Pariwisata Kota tersebut yang mampu memaksimalkan potensi wisata yang ada menjadi peluang bisnis. Kalau kita lihat, sebenarnya Indonesia juga mempunyai banyak sekali potensi wisata yang menarik, namun sayang kebanyakan tidak terurus dan tidak mampu dimanfaatkan secara optimal.
Categories: mitos Tags: , ,
  1. June 17, 2011 at 11:13 PM

    Ternyata tidak hanya orang Indonesia yang mudah percaya pada hal2 yang berbau mitos atau belom terbukti kebenaran nya… Orang bule saja hampir sama kayak orang indonesia.. Kalo mitos tersbut mengandung hal2 positif seh gak apa2 lah… hehehe

  2. ded
    June 18, 2011 at 6:01 AM

    Inggrispun tidak luput dari mitos. Para turis yang mengunjungi Istana Buckingham yakin jika mereka melemparkan koin (pounds) ke dalam kolam di depan istana akan bertambah rejekinya dan suatu saat akan kembali ke sana lagi..BTW saya juga suka semua buku2 Andrea Hirata…🙂

  3. June 18, 2011 at 6:33 AM

    Penggemar Andrea hirata ya….bagus semua bukunya tuh

  4. June 18, 2011 at 6:36 AM

    mitos, setiap masyarakat dimanapun berada pasti mempunyai mitos,yang mana mitos itu sering tidak masuk di akal, namun apapun itu kita harus menghargainyaini kunjungan perdana

  5. June 18, 2011 at 7:04 AM

    Menjurus ke syirik tuh mas.. Jangan ahh…

  6. June 18, 2011 at 7:36 AM

    kita banyak2 saja nyari tempat keramat kemudian kita bikin mitos mitos seperti dapat cepet kaya, utang cepet kelar dan lain lainsecara bangsa kita kan ingin cepet kaya secara instant😀

  7. June 18, 2011 at 8:00 AM

    ideologi sesat tentang cinta dan mitos hihiihi tapi share anda mantabz mas… yg sesat ya maksudnya isi dari kutipannya berdasarkan fakta di verona hihii …. kasihan payudara yang satu lagi …haahahah happy weekend mas

  8. June 18, 2011 at 11:01 AM

    betul itu, kurangnya perhatian sehingga menjadikannya terbengkalai ..di tempat saya banyak yg seperti itu..

  9. June 18, 2011 at 1:40 PM

    iya boz buat aja mitos kayak gitu, dijamin dah… dibakar massa, xixixixixi..btw ada award nih, tapi kayaknya udah punya, walopun begitu g masalah lah, ambil di tempatku ya boz, no:8, thanx : http://jalanjalandingin.blogspot.com/2011/06/bagi-bagi-award-buat-sobat.html

  10. June 18, 2011 at 3:22 PM

    Potensi nusantara memang terkenal dengan kekayaan alam dan budayanya yang indah, sangat perlu dikembangkan dan dipromosikan menjadi peluang usaha yang lebih baik.SALAM… 8)

  11. June 18, 2011 at 9:40 PM

    di indonesia juga banyak mitos-mitos kaya gitu. naik perahu sampai ke pulau di tengah danau, kalau berhasil berarti jodoh. atau jangan dipegang batunya nanti ga bakalan pernah dapet jodoh, dan masih banyak lagi.aneh ya. entahlah benar atau tidaknya.

  12. June 23, 2011 at 10:51 AM

    @eel : dimana – mana kayaknya punya mitos sendiri2@ded : sama om saya juga suka semua koleksi bukunya mulai dari Laskar Pelangi sampai Cinta dalam gelas@kamal : setuju@pakde sulas : ya asal kita hati2 dalam menyikapi jangan sampai terbawa – bawa. betul kan pakdhe.@daeng rompa : iya nih sekedar share aja@jarwadi : ironis ya kalo seperti itu@brigadir : makasih mas @mabruri : coba ada penanganan yang serius dari pemerintah@oen-oen : makasih ntar saya cek ke sana@tusuda : betul itu mas@idjoel : mitos tetaplah mitos

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: