Home > lingkungan > Kenapa kau sedih Laksamana?

Kenapa kau sedih Laksamana?

Bulan November 2009 merupakan saat dimana saya untuk pertama kalinya menginjakkan kaki saya di luar pulau jawa. Walaupun hanya jarak yang dekat yakni pulau madura tapi itu merupakan pengalaman yang sangat berharga bagiku.
Saat itu saya naik kapal fery dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Karena baru pertama kali naik, saya pun begitu bersemangat. Jika para penumpang lain duduk manis sambil menikmati orgen tunggal, saya malah sibuk keliling ke sana kemari (maklum ndeso, nggak pernah naik kapal).
Sampai akhirnya saya sampai pada sisi sebelah timur kapal. Saya kagum melihat sosok tinggi besar menjulang ke angkasa. Dia berdiri dengan gagah, kalau tak salah itu merupakan patung sosok petinggi TNI AL. Kuperhatikan dengan seksama, tetapi tampaknya saat itu dia lagi sedih dan murung. Kenapa sedih? Bukankah seharusnya dia bangga, perjuangan dan pengorbanannya dikenang dan didirikan patung untuknya sebagai bentuk penghormatan atas jasa – jasanya?
Saya pun mulai mencari sebab sang Laksmana sedih. Kuteruskan berkeliling ke bagian belakang kapal, di sana saya kaget melihat begitu banyak tumpukan sampah di sudut pelabuhan. Mengapung dan terombang ambing ke sana kemari ditingkahi riak gelombang. Tak jauh dari tempat saya berdiri, seseorang melemparkan botol bekas air mineral ke laut. Padahal tadi kulihat ada peringatan “Dilarang membuang sampah ke laut” terpampang dengan jelas serta ditulis dengan warna merah dan di dalam kapal pun juga disediakan beberapa tempat sampah. Mungkin ini yang membuat laksamana sedih dan murung.
Kapal terus bergerak dan sudah agak ke tengah. Saya pun sudah berada di bagian barat kapal, di sana saya melihat betapa ramainya bagian pelabuhan tanjung Perak yang khusus untuk melayani naik turun barang. Kepulan asap membumbung tinggi dan banyak jumlahnya. Sempat kubaca berita bahwa Surabaya termasuk 10 kota terpolusi di Indonesia, dengan daerah pemasok polusi utama yaitu kawasan Margolulyo, Kawasan Rungkut Industri dan Pelabuhan Tanjung Perak. Mungkin ini juga yang membuat sang laksamana sedih dan murung.
Kembali kulihat ke bagian belakang kapal, di sana terlihat gedung – gedung tinggi yang ada di surabaya. Tampak seperti fatamorgana di padang pasir, terlihat betapa panasnya kota disinari matahari yang terik.
Belakangan saya lihat info di blognya mas alamendah kalau Surabaya meraih piala Adipura tahun 2011 kategori Kota metropolitan bersama kota Palembang, mungkin kondisinya sekarang sudah ‘berbeda’ dibanding ketika saya masih di sana.
Menurut anda apa yang membuat laksamana sedih dan murung?
  1. June 22, 2011 at 5:41 AM

    Ya ampun Mas sampei seteliti itu liat patung yg sedih.. Salut deh! Salam

  2. ceetrul
    June 22, 2011 at 6:46 AM

    memang dilarang membuang sampah dilaut,tapi kalo ditepi laut masih boelh kali mas,.hehehehe

  3. June 22, 2011 at 7:18 AM

    gimana ga sedih mas, wong tiap hari ga panas ga hujan dibiarin aja kaya gitu, ga ada yang mayungin misalnya.. hehehe… Ya begitulah potret masyarakat kita mas, meskipun aturan sudah jelas tertulis gede2 banget, tetep aja dihiraukan.. Intinya ya kurangnya kesadaran

  4. June 22, 2011 at 2:27 PM

    Mas Jier, sehari bisa posting lebih dari satu ya? Wah smpe keteteran aku nih, hihihi..Hebat deh.. Sip..Dan bisa2nya nyangkutin masalah sampah sama patung Laksamana yg terlihat sedih.. Hehe.. Mgkn ada benernya jg.. Semoga masalah sampah ini segera teratasi.. Amin

  5. June 23, 2011 at 10:27 AM

    @ mbak Retno : iya kita emang harus peduli keadaan di sekitar kita meskipun hanya patung@ceetrul : di pinggir laut juga nggak boleh, orang di darat aja buang sampah sembarangan juga nggak boleh@Mas Mabruri : iya tuch nggak ada yang mayungin, mas mau nggak mayungin.@mbak lili : cuman pas ada ASKAT aja kok saya posting 2 kali. iya mbak itu cuma alasan aja kok buat bahas tentang lingkungan

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: