Home > renungan > Sebuah Tulisan di Pusdik Kopassus

Sebuah Tulisan di Pusdik Kopassus

Anda mungkin pernah mendengar tentang Pusdik Kopassus Batujajar. Tempat yang beberapa waktu lalu ramai dibicarakan di berbagai media. Tempat itu dijadikan tempat latihan timnas sepakbola U-23. Para pemain diberi latihan ala militer untuk melatih kedisiplinan dan kekompakkan. Saya pun pernah mempunyai pengalaman di sana, saya sering lari pagi pada hari minggu, tepatnya ke suatu tempat yang biasa disebut Landasan. Entah siapa yang memulai menjadikan tempat tersebut sebagai tempat tujuan lari pagi. Yang pasti tempat itu ramai dikunjungi orang – orang tiap minggu bahkan ada yang berjualan makanan ringan.
Selama pengalaman saya lari ke sana, ada satu hal yang menarik perhatian saya. Yakni sebuah tulisan yang isinya seperti ini “ Lebih baik bermandi keringat saat latihan daripada bermandi darah saat perang.” Artinya seorang tentara harus giat dalam latihan agar selalu siap jika suatu saat terjadi perang. Dalam hal ini mereka dituntut selalu melakukan latihan rutin walaupun saat ini dalam keadaan damai. Intinya ada perang atau tidak seorang tentara tetap harus siap menghadapinya.
Saya pun jadi merenung setiap ingat tulisan itu, sudahkah kita berpikir seperti itu? Seorang tentara saja dituntut untuk selalu siap menghadapi sesuatu yang belum pasti (yakni perang) tapi kita (khususnya saya pribadi) malah kurang mempersiapkan diri untuk menghadapi sesuatu yang pasti. 
Apa yang pasti bagi kita? Yang pasti bagi setiap manusia yakni kematian. Semua manusia bahkan semua makhluk yang hidup akan mati. Pertanyaannya sudahkah kita mempersiapkan diri untuk itu? Atau malah kita tidak tahu apa yang musti dipersiapkan? Tentu kita sendiri yang mampu menjawabnya.

Sekian Postingan kali ini, semoga bermanfaat
Salam
Mas Jier
Categories: renungan
  1. June 24, 2011 at 7:46 AM

    inti dari kalimat itu adalah “persiapan itu sangat penting”

  2. June 24, 2011 at 9:31 AM

    wah maknanya ajib tuh kata kata nya .. latihan latihan seperti pisau yg sering diasah …. nice post bro

  3. June 24, 2011 at 12:18 PM

    wah keren tuh, lebih baik jungkir balik ya dalam berusaha dibanding jungkir balik dalam hasilnya

  4. June 24, 2011 at 3:20 PM

    jadi merinding pas baca bagian akhir posting ini… Apa kita sudah siap utk mati? Subhanallah… bermanfaat sekali… makasih yah sudah mengingatkan…

  5. June 24, 2011 at 3:35 PM

    mempersiapkan sesuatu yang sudah pasti dalam setiap hidup manusia, kematian, kita suka lupa memang😦

  6. June 24, 2011 at 5:16 PM

    luarbiasa.. Btul kt malah ska lupa, n mngkn jk kmtian dtng itu blum siap..hehee

  7. June 24, 2011 at 10:49 PM

    jadi ingat kata2 seorang pamong pelatih ku di sma dulu yg juga tentara aktif , ” lebih baik mata merah daripada mendapat nilai merah”

  8. June 25, 2011 at 1:26 AM

    Sedia payung sebelum hujan, tentu penting ya.Salam.. .

  9. June 26, 2011 at 8:03 PM

    @Om jarwadi : setuju om@Brikop : benar sob, mari kita asah terus “pisau” kita@mbak Tiara : iya seperti itulah sebaiknya@Mbak Lily : sama – sama mbak, mari kita sama – sama persiapan@mbak ysalma : semoga kita tidak lupa lagi@dede : mulai sekarang kita ingat – ingat terus@Mas Andre : betul bang@Om Mood : iya om sedia payung sebelum kehujanan

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: