Home > lingkungan > Kota Kelahiranku Muntilan, Riwayatmu kini

Kota Kelahiranku Muntilan, Riwayatmu kini

Kota muntilan merupakan tempat kelahiranku. Kota kecil di kaki gunung merapi ini menjadi jalur transportasi dan jalur perdagangan Jogja – Semarang yang cukup ramai. Kota ini diapit oleh dua buah sungai yaitu Kali Blongkeng di sebelah timur dan Kali Pabelan di sebelah barat.

Monumen Bambu Runcing

Kota ini mempunyai ciri khas yaitu sebuah monumen bernama Monumen Bambu Runcing. Monumen ini didirikan untuk mengenang perjuangan para pahlawan dalam melawan penjajah walau hanya dengan senjata yang sederhana berupa bambu rucing. Di sekitar monumen ini terdapat taman bermain bagi anak – anak. Setiap hari minggu pagi banyak orang – orang yang menjadikannya sebagai tempat tujuan lari.


Pada masa kecilku dulu, saya dapat naik hingga ke puncak monumen dan menikmati pemandangan kota Muntilan yang sangat indah. Tapi kini jalan masuk untuk naik ke atas monumen sudah tertutup dengan pintu dari besi. Kabarnya banyak yang memanfaatkan tempat tersebut untuk hal-hal yang kurang baik sehingga jalan untuk masuk ditutup. Kini ku tak bisa lagi menikmati pemandangan Kota Muntilan dari atas monumen tersebut.

Batas Kota Muntilan di dekat Sungai Blongkeng

Ciri khas lainnya yaitu pada setiap batas kota terdapat tugu atau gapura berbentuk Monumen Bambu Runcing bertuliskan Selamat Datang Kota Muntilan, baik batas sebelah barat maupun timur.

Pada saat terjadi erupsi merapi oktober 2010 kemarin, kota ini sempat menjadi kota mati. Jalan – jalan tertutup pasir dan abu yang tebalnya antara 5 sampai 10 cm. Kalau cuaca panas debu bertebaran kemana – mana sedangkan jika hujan jalanan licin dan membahayakan pengguna jalan. Banyak toko yang tutup selama beberapa hari. Roda perekonomian seakan berhenti pada saat itu.

Alhamdulillah saat itu Kota Muntilan segera berbenah, jalan – jalan dibersihkan, toko, pasar dan terminal kembali dibuka. Beberapa minggu setelahnya perekonomian bisa berjalan kembali. Kini kota ini kembali menjadi kota perdagangan yang ramai.

Kota Muntilan tempatku lahir dan tumbuh besar, banyak kenangan masa kecilku terukir di sana. Ku akan selalu merindukan untuk kembali ke sana.

Salamku dari Bandung untukmu

  1. June 25, 2011 at 10:00 PM

    hmmm Muntilan itu yang ada jembatan penghubung ke Yogya putus itu bukan sih ?

  2. June 25, 2011 at 10:18 PM

    betul mbak tiara, tepatnya jembatan sungai Pabelan di sebelah barat

  3. June 26, 2011 at 2:43 AM

    makan sate di dekat pasar muntilan … mantap!

  4. June 26, 2011 at 3:16 AM

    waduh jadi pingin main ke sana mas…

  5. June 26, 2011 at 5:20 AM

    @negeri bocah : wah pernah ke sana to mas hery@mas Zey : ya kapan2 mampir aja sekalian ke candi Borobudur, deket kok.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: