Home > renungan > Belajar dari Buah Kelapa

Belajar dari Buah Kelapa

Mari kita belajar dari buah kelapa. Kalau kita sering lewat kebun kelapa, kadang kita akan melihat buah kelapa yang jatuh. Kadang buah kelapa yang jatuh itu buah kelapa yang sudah tua, kadang yang masih muda, kadang yang masih kecil, kadang malah yang masih berbentuk putik atau manggar kata orang jawa. Sebaliknya sering terjadi pula buah kelapa yang sudah begitu tua belum jatuh juga, masih setia nongkrong di atas pohon sana.

Jika kita bandingkan, manusia pun seperti itu. Meninggalnya seorang manusia tidak melihat umur. Baik itu yang sudah tua, yang masih muda, yang masih kecil, yang masih bayi dan kadang yang masih di dalam rahim pun kalau sudah waktunya meninggal maka tak ada yang bisa mencegahnya.

Mari kita baca beberapa contohnya.

Yang pertama, Beberapa hari lalu saya medapat berita dari teman saya yang pulang kampung. Saat it ia pulang karena istrinya melahirkan anaknya yang pertama. Namun malang tak dapat ditolak, sang bayi hanya sempat hidup di dunia ini selama 3 jam. Sekitar jam 10 pagi dia lahir, jam 1 siang dia sudah dipanggil yang Maha Kuasa. Semoga arwahnya diterima di sisi-Nya dan teman saya serta keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan ketabahan atas semua ini.

Yang kedua, Sebuah artikel dari sahabat blogger dari Parongpong, Bandung menceritakan tentang calon anaknya yang telah dipanggil oleh Yang Maha kuasa saat masih di dalam janin. Sebelum sempat melihat dunia ini. Buat Ibu dari Parongpong juga semoga diberi kesabaran dan semoga mendapat ganti yang lebih baik.

Yang ketiga, Dari salah satu pesan di Facebook, saya mendapat berita tentang meninggalnya salah satu adik kelas saya. Almarhum masih sangat muda. Dia sedang semangat – semangatnya bekerja, akan tetapi telah dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Moga amal ibadahnya diterima oleh Allah SWT.

Itulah beberapa contoh yang bisa saya sebutkan, moga bisa menjadi pelajaran bagi kita.

Nah untuk itu marilah kita mempersiapkan diri sebaik mungkin. Jangan sampai kita terlena oleh pesona dunia ini, jangan sampai kita tidak siap ketika waktunya tiba. Baik yang masih muda maupun yang sudah lanjut usia.

Semoga bermanfaat

Salam

Mas Jier

Categories: renungan
  1. June 27, 2011 at 9:09 AM

    Belajar dari buah keapa dengan cara yang lain, ya.Semoga yang meninggal diterima amal ibadanya dan yang ditinggalkan sabar dan ikhlas meski sulit.

  2. June 27, 2011 at 10:11 AM

    Rahasia umur hanya ada di tangan Allah SWT. Baik kita mati muda atau tua yang penting bagaimana dengan memanfaatkan hidup ini…Semoga yang meninggal diterimas disisiNya dan diampuni segala dosanya.

  3. June 27, 2011 at 10:47 AM

    Kakek saya pernah berututur hal serupa ketika beliau di komplen oleh nenek saya: “kok abang nggak sedih sih, anaknya meninggal malah santai aja, nggak nampak sedih”.Kakekku menjawab: “bunga gugur, putik gugur yang tua apalagi. Jadi kenapa mesti sedih, toh ini jalannya hidup sedari dulu”.Hmmmm….semoga kita selalu diberi kekuatan untuk menerima setiap kehilangan. Amin.

  4. June 27, 2011 at 11:32 AM

    @mbak Sus : Amien@marcel : iya setuju bung@mbak dewi : hemz kakek yang bijak mbak.

  5. June 27, 2011 at 1:19 PM

    Maut menjemput kpn saja n dimana saja tnp memberi kbr,Adek kakek saya, meninggal tnp sakit. Dikira tidur trnyt sudah tak bernyawa.Pakde saya meninggal stlh menyembunyikan kanker tenggorokan yg ndak tau mulai kapan.Tetangga saya, meninggal karna kclkaan waktu mau ke surabaya bikin paspor.Nach lho. . .Jgn pernah blng msh ada hari esok. Lakukan yg terbaik untk hari ini. Mg kita meninggal dlm keadaan khusnul khotimah amiiiin

  6. June 27, 2011 at 1:56 PM

    setiap yang bernafas akan mengalami mati….hanya Allah yang tau kapan waktunya…

  7. June 27, 2011 at 2:23 PM

    sangat bermanfaat artikel nya .. smoga bermanfaat buat kita semuaa Masjier salam kenal, bandung nya mana … syajuga di bandung oia mampir klik di sini untuk melihat penawaran sya😀😀

  8. June 27, 2011 at 2:24 PM

    follow no 12 suksess🙂

  9. June 28, 2011 at 10:04 PM

    waah iya ya … selalu ada pelajaran dari alam apabila kita mau memperhatikannya ya.

  10. June 29, 2011 at 8:28 PM

    @mas Mabruri : benar mas, makanya kita perlu persiapan mulai sekarang biar kita siap kapanpun maut menjemput.@bhotol : makasih mas, segera ke TKP@mbak tiara : iya makanya sering – sering memperhatikan alam

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: