Home > renungan, review > Kritis dalam mempelajari sejarah

Kritis dalam mempelajari sejarah

Sebagaimana kita tahu tanggal 20 Mei diperingati sebagaiHari Kebangkitan Nasional. Tanggal 20 Mei ini merupakan tanggal berdirinyaorganisasi Budi Utomo yang dianggap sebagai tonggak awal kebangkitan nasional. Karenaperjuangan bangsa indonesia yang sebelumnya masih terpecah belah dan bersifatkedaerahan sejak saat itu mulai bersifat nasional.
Namun ada beberapa pendapat yang menyatakan Budi Utomokurang pas jika dianggap mewakili awal pergerakan nasional. Dalam sebuah artikel dimajalah Swadaya disebutkan bahwa organisasi tersebut hanya diperuntukkan bagigolongan tertentu saja yakni kaum terpelajar di STOVIA dan kaum priyayi saja. Dan juga banyaksyarat yang harus dipenuhi untuk masuk menjadi anggota organisasi tersebut.Tentunya hal ini bertentangan dengan asas pergerakan nasional. Yang mana seharusnyasetiap orang dari golongan dan suku manapun berhak untuk berpartisipasi dalamperjuangan nasional. 
Terlepas dari benar atau tidak pendapat tersebut. Padaposting kali ini saya tidak ingin terlalu mempermasalahkannya. Saya hanya inginmenekankan pentingnya bersikap kritis dalam mempelajari sejarah. Banyak sekalikesalahpahaman yang ditimbulkan karena kita kurang kritis dalam mempelajarisejarah. Pada kenyataannya sering kali para penguasa sering menyebarkan kisahsejarah dengan kemasan yang dirancangnya demi kepentingan politiknya. Nah iniyang mengerikan jika kita tidak kritis.
Terutama sekali sejarah yang berkaitan dengan junjungan kitaNabi Muhammad SAW dan para sahabat. Beliau adalah panutan dan suri tauladanbagi kita kaum muslim. Tentu saja saya dan kita semua tidak akan terima jikamenemukan naratif Nabi yang tidak menggambarkan kesucian, kemuliaan dankeagungan Nabi. Jika kita telusuri, beragam karya (baik berbentuk Tarikh,Sejarah, Naratif, dsb) telah ditulis tentang beliau dan sebagian dikemas dengansedemikian rupa demi kepentingan politik masing – masing baik itu saatkekuasaan Bani Umayyah maupun Bani Abbasiyyah. 
Hal ini diperparah dengan sikap sebagian orang yang tidakkritis dalam menerima info yang didapatnya. Mereka menerima info tersebutsecara mentah tanpa memperhitungan benar atau tidaknya kemudian menyebarkannya.Saya ambil contoh buku yang berjudul “Muhammad Prophet for Our Time”ini. Buku yang saya punya adalah terjemahannya dalam bahasa Indonesia.
Buku terjemahan “Muhammad Prophet For Our Time
Saya rangkumkan pengantar dari Jallaludin Rahmad tentangbuku tersebut. Buku tersebut ditulis oleh Karen Amstrong, yakni seorangpengamat islam yang dikenal sangat simpatik kepada islam. Dalam banyaktulisannya, ia berusaha keras menunjukkan kesalahpahaman Barat terhadap Islam. Bukutersebut merupakan salah satu usahanya agar Islam dan Barat bisa salingmemahami, saling bertoleransi dan saling mengapresiasi.
Namun yang agak disayangkan, Karen Amstrong kurang  kritis dalam mengambil referensi dalampenulisan buku tersebut. Seperti sudah disebutkan Kisah – Kisah tentang Nabisangat beragam dan sebagian kisah tersebut banyak yang mengandung kebohongandan apa yang di ada – adakan, dan dia mengambil referensi – referensi tersebutdengan kurang kritis. Alhasil hasilnya bisa dibaca dalam buku ini. Kita paraumat Islam tentunya akan merasa terguncang hatinya dan agak marah bila membacabuku ini. Tapi kita tidak bisa  sepenuhnyamenimpakan kesalahan kepada Karen Amstrong. Toh dia hanya mengutip dari sumber –sumber rujukan yang dipercaya oleh sebagian orang – orang islam juga.
Jadi kali ini saya mengajak para sahabat semua untuk lebihkritis dalam mempelajari sejarah. Tak jarang perpecahan timbul karena perbedaanversi sejarah yang diketahuinya. Dan tentunya kita patut menyambut ajakan danusaha Karen Amstrong agar Islam dan Barat bisa saling memahami, saling bertoleransidan saling mengapresiasi. Kita patut membangun kembali Kisah Sejarah NabiMuhammad dalam sosoknya yang penuh kemuliaan, kesucian, dan keteladanan. Halini untuk mengorganisasikan kembali keberagaman kita yang telah terpecah belah.

Sekali lagi, kita harus bersikap kritis dalam mempelajari sejarah agar tidak timbul kesalahpahaman apalagi sampai timbul perpecahan.

semoga bermanfaat
salam masjier
Categories: renungan, review
  1. July 16, 2011 at 1:09 PM

    mengenai Sejarah Nabi MUHAMMAD SAW. aku lebih pilih baca sirah nabawiyah

  2. July 16, 2011 at 1:30 PM

    Benar banget mas jaman sudah berubah,banyak orang yang memutar balikan fakta yang benar jadi salah yang salah menjadi benar,di sinilah kita di tuntun untuk memfilter segalanya agar sesuai dengan fakta yang ada,nice post.salam love,peace and gaul

  3. July 16, 2011 at 5:23 PM

    benar sekali, sekarang sejarah banyak yang diputar balikkan… jadi harus lebih hati-hati,

  4. July 16, 2011 at 7:03 PM

    bagusnya baca shiroh langsung sih…tapi referensi pendukung juga oke koq..

  5. July 16, 2011 at 7:08 PM

    udah follow blog ini…folmeback ya…nuhun…

  6. July 16, 2011 at 7:11 PM

    ooh saya tau buku tersebut, tapi baru baca sekitar satu bab aja :Oiya ya sejarah emang musti ditilas balik sebagai pelajaran untuk masa depan tapi jangan asal percaya juga, musti kroscek gitu ya.

  7. July 16, 2011 at 9:05 PM

    Permisi..Kunjungan perdana nieh sob..salam kenal ya..ijin follow sob,,.link nya pun udah tersimpan cantik si t4 saya.. makasi..

  8. July 17, 2011 at 9:10 AM

    Sejarah dibuat oleh penguasa…

  9. July 17, 2011 at 9:11 AM

    Sejarah Nabi yang singkat ada pada buku diba' yang sering dilantunkan setiap ada acara walitul Urusy, walimatul khitan…hehehe

  10. July 17, 2011 at 10:19 AM

    Saya lebih merujuk kisah kehidupan rasulullah pada ulama2 ahli hadis, yg dengannya terdapat sejarah yang benar, dan juga sejarah2 islam lainnya dari kitab2 ulama2 besar yg juga ahli sejarah semisal ibnu jarir, ibnu katsir dsb

  11. July 17, 2011 at 12:42 PM

    harus lebih bijak memilih dan memilahsulit mas untuk kritis tanpa memiliki pemahaman yang lebih seperti saya ini

  12. July 17, 2011 at 7:31 PM

    akhirnya kembali kepada “tujuan” kita membaca buku sejarah, jika kita mencari “kebenaran”, maka apabila yang kita baca itu sesuai dengan pendapat kita , maka itu juga “benar”, jika tidak sesuai maka hasilnya dalah buku itu “salah”, jika kita disuruh netral, hal itu hal paling sulit dilakukan.

  13. July 18, 2011 at 11:11 AM

    Sikap kritis mnrt aku memang sifat dasar dari agama Islam.Walau qta dilahirkan sbg org Islam, tp seharusnya qta jg kritis mengapa qta memilih Islam sbg agama qta..:-)

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: