Home > pengalaman, renungan > Yuk Budayakan Antri

Yuk Budayakan Antri

Pada posting kali ini, kita akan kembali melihat kondisipenggunaan jalanan di negeri ini.
Banyak orang yang terburu – buru ketika di jalan. Sakingterburu – burunya mereka tidak sadar kalau telah mengambil hak orang lain.Nah mari kita amati gambar berikut.
Jalan Soekarna Hatta Bandung

Gambar di atas merupakan suasana di perempatan antara JalanSoekarno Hatta dan jalan Kiara Condong. Saat itu lampu merah sedang menyala danbanyak motor yang mengantri di lajur sebelah kiri. Padahal lajur tersebutmerupakan hak para pengguna yang ingin “ke kiri jalan terus”. Namun karena parapengguna sepeda motor memenuhi badan jalan maka mobil – mobil yang harusnya bisa ke kiri jalanterus jadi harus berhenti. Mungkin karena kesal, klakson mobil – mobil di belakang meraung– raung berkali – kali. Jika anda tahu suasana saat itu, sungguh sangat berisik sekali danhal itu berlangsung cukup lama karena rata – rata lampu merah di jalan SoekarnoHatta Bandung bisa sampai 5 menit. Belum tentu dalam satu kali menunggu lampu merah kendaraan bisa langsung jalan. Kadang sampai 4 kali lampu merah kendaraan baru bisa jalan.
Jalan Jogja – Magelang
 
Sedangkan gambar ini merupakan suasana yang terjadi di salahsatu jalan di Jogjakarta. Situasinya hampir sama dengan yang di Bandung.Padahal awalnya saya optimis kondisi di Kota Jogjakarta akan lebih baikdibanding Kota lain karena Jogjakarta terkenal sebagai kota yang berbudaya. Adasedikit rasa kecewa di hati saya namun apalah artinya terlalu dipikrkan karenabudaya tidak tertib sudah menyebar ke semua kota.
Satu pertanyaan saya, kapan para pengguna jalan akan sadar akan pentingnya toleransi dan saling menghargai pengguna jalan yang lain.

semoga bermanfaat

salam masjier

Categories: pengalaman, renungan
  1. July 18, 2011 at 2:11 PM

    iyaaa karena gg ada yang mau ngalah itu deh akibatnya macetnya jadi lebih lama kan ckckck ngantri apa susahnya coba ya

  2. July 18, 2011 at 2:22 PM

    yah begitulah , apalagi kalo macet byk orang berasa jadi jagoan …

  3. ded
    July 18, 2011 at 2:48 PM

    Budaya Timur yang kita angung2kan selama ini sudah pudar. Di tempat saya pengendara motor ngambil jalan yang berlawanan (padahal sudah ada pembatas jalan). Bahkan sudah salah jalur, kecepatan juga tidak dikurangi.Motor sering menggunakan trotoar, pejalan kaki yang dijalurnya malah diklakson. Parah……

  4. July 18, 2011 at 3:43 PM

    Makin banyak yang nggak sabaran, makin banyak uang nggak tau aturan ya…

  5. July 18, 2011 at 4:30 PM

    Madiun kayaknya tertib. Ga tau skrg yachJd ngeri kalo berkendaraan di indo he

  6. July 18, 2011 at 5:15 PM

    sayangnya orang2 yang berfikiran seperti mas Jier cuman beberapa saja, coba kalau semuanya sama berfikiran seperti itu mas…😀

  7. July 18, 2011 at 5:54 PM

    sebenarnya kemacetan bisa dihindari apabila semuanya patuh pada rambu-rambu lalu lintas

  8. July 18, 2011 at 6:20 PM

    Menghargai hak orang lain berarti menghargai hak diri sendiri. Jika semuda dah sadar akan budaya antri pasti akan terasa lebih baik.Salam!

  9. July 18, 2011 at 8:18 PM

    Kota² besar Macet itu sudah biasa,,karena pengguna kendaraan bermotor juga nambah dan jarang sekali yang taat akan peraturan,,,semua pada terburu² hehehe

  10. July 18, 2011 at 10:53 PM

    mengharapkan kesadaran massal memang sulit dan hampir tak mungkin. Yang bisa kita lakukan adalah memulainya dari yang kecil, yaitu diri sendiri. Budayakan malu jika melanggar peraturan.

  11. July 18, 2011 at 10:56 PM

    mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai saat ini juga *aa' gymnya keluar😀

  12. July 20, 2011 at 5:27 PM

    @mbak Tiara:nggak susah kok mbak buat ngantri hanya perlu kesabaran aja.@mas Brikop :wah banyak jagoan bermunculan donk@om ded : iya om, miris sekalinya.

  13. July 20, 2011 at 5:29 PM

    @mbak dewi :benar mbak aturan banyak yang disepelekan@mbak Tarry : hehe yang dari madiun nih yee@mas mabruri :wah mas ruri ni bisa aja, hehe

  14. July 20, 2011 at 5:31 PM

    @mbak honey :iya mbak setuju. Asal semua sadar@kips : sepakat deh@kang sofyan :iya kang biasa tetapi bukan berarti tidak bisa berubah kan kang.

  15. July 20, 2011 at 5:32 PM

    @mbak susi dan mas oen -oen : iya betul itu, mari budayakan tertib mulai dari diri sendiri.

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: