Home > opini > Tanamkan sikap ksatria dalam hidup kita

Tanamkan sikap ksatria dalam hidup kita

Akhir – akhir ini saya sering kali melihat tayangan beritayang berisi tentang tawuran, bentrok antar kelompok mahasiswa dan sebagainya.Saya merasa miris dan ngeri membayangkan betapa negeri ini sudah mulai terkikisnilai – nilai ketimurannya yang mengutamakan kerukunan, perdamaian dan salingmelindungi. Lebih ngeri lagi, tawuran itu dilakukan oleh para mahasiswa yangnotabene berpendidikan tinggi. Kemana saja ilmu yang telah mereka pelajariselama ini? Atau apa saja sebenarnya yang telah mereka pelajari selama ini?
Jika menilik beberapa kasus bentrok yang selama ini terjadi,kebanyakan hanya bermula dari masalah yang sepele. Mulanya ada salah seoranganggota kelompok yang terlibat masalah dengan anggota kelompok lain, yangkebanyakan hanya masalah kecil seperti : sama – sama suka sama  seorang cewek lah, tidak sengaja tabrakanlah,atau masalah – masalah sepele lainnya. Yang sebenarnya bisa diselesaikan secarakekeluargaan dan dengan cara yang baik. Namun sering kali, masalah (kecil)tersebut dilibatkan kepada yang lain. Mereka yang tidak apa – apa, denganmengatasnamakan solidaritas mulai terprovokasi dan ikut – ikutan terlibat dalammasalah dan akhirnya terjadilah pengroyokan, terus kelompok lain dendam danterjadilah tawuran atau bentrokan. Kurang lebih seperti itulah alurnya.

Mereka mungkin telah lupa atau tidak pernah diajarkan, nilai– nilai kesatria dan saling mengayomi.  Adapepatah jawa mengatakan “Ngluruk tanpabala, menang tanpa ngasorakke”. Artinya kurang lebih datang tanpa kawan,menang tanpa merendahkan. Hal ini mengandung arti bahwa kalau kita terlibatmasalah, selama kita bisa menyelesaikan sendiri, tak perlulah melibatkan oranglain, selesaikan secara gentleman ,kekeluargaaan dan kesatria. Kemudian jika ternyata kita yang benar maka kitatidak perlu merendahan orang tersebut. Yang salah emang salah, tetapi setelahsemuanya jelas tak perlu diungkit – ungkit lagi, doakan agar dia bisa berubahmenjadi yang lebih baik.
Namun kenyataannya berkata lain. Suatu kampung atau suatukelompok akan merasa sangat bangga jika telah mengalahkan kelompok atau kampunglain. Hingga akhirnya anggota kelompok atau warga kampung tersebut, berjalankemana – mana dengan sombong dan angkuh, tak peduli dia berbuat salah ataubenar, karena mereka merasa dilindungi oleh kelompoknya dan merasa dengan pamorkelompoknya (yang pernah mengalahkan kelompok lain) tentu orang – orang akanminder dan takut. Jika terlibat masalah mereka berkata “Gue itu dari kampung A,loe mending jangan macem – macem sama gue” atau “Kamu tahu nggak bicara samasiapa hah? Aku tuch anggota geng X, mending kamu nggak usah buat masalah dehsama aku.”
Secara pribadi saya benci dengan orang – orang seperti itu.Yang hanya mengandalkan kelompoknya. Mereka bernaung dan menari – nari di bawahbayang – bayang kelompoknya. Namun lihat jika mereka sendirian, tidak lebihdari seorang pengecut yang tidak punya nyali. Bukan bermaksud sombong ya, sayasendiri sudah banyak kota yang kutinggali baik lama maupun sebentar, namun sayatidak pernah mengandalkan kelompok, kampung ataupun geng tertentu. Sendirimaupun sama teman bagiku sama saja. Selama apa yang kita lakukan benar, kenapa harustakut? Sebaliknya kalau kita salah, kenapa tidak mengakuinya secara kesatria?So kemanapun kaki ini melangkah, saya tetap berusaha jadi diri sendiri, yangbertumpu pada kaki sendiri, bayar dengan uang sendiri dan mencuci bajuisendiri.
Mari budayakan “Ngluruk tanpa bala, menang tanpangasorakke.”
semoga bermanfaat.

Salam masjier
Categories: opini
  1. July 22, 2011 at 7:50 AM

    Menang ra kondang kalah ngisin2i xixi.Kampungku dl jg seperti itu. Bentrok 2 kubu pencak silat gr2 mslh dendam, ampe ada bom2an n drop2an. Rumah2 hancur kacanyaNgeri pokoke hehe

  2. July 22, 2011 at 8:20 AM

    wah baru denger itu peribahasa dan bagus ya :Demang badan dewasa tapi kelakuan kayak anak kecil yang kalau diganggu lapor ibunya, mungkin anak kecil sekarang malah bisa nyelesein sendiri :O

  3. July 22, 2011 at 10:37 AM

    Mungkin pedidikan umum kurang efektif,,,jadilah kesatria kalau berani selesaikan dengan hati yang sabar,,hehehe

  4. July 22, 2011 at 10:54 AM

    Tapi menurut saya pribadi.. biasanya yang tawuran itu karna hal2 kecil yang kemudian di besar2kan adalah untuk mencari sensasi doank… toh mereka tau efek yg di timbulkan akibat perbuatan mereka tapi masih mereka lakukan, mungkin juga mereka ingin menunjukan bahwa mereka itu kuat.. tapi jangan salah bisanya orang2 seperti itu bila berada di rumah tak lebih dari seorang anak kecil yang menangis dan merengek……

  5. July 22, 2011 at 10:57 AM

    jaman sekarang yang punya kekuatan adalah berkuasa boz, sering juga selain masalah tawuran pribadi, ada karena ingin tuntutannya tercapai demo besar-besaran. Akan tambah besar n massif klo g dipenuhi tuntutannya. Terlepas dari benar ato salah sistem unjuk kekuatan lewat besar massa kayak gini adalah cara-cara yang kadang kala udah g rasional. Klo setiap kali ada masalah dilogikakan dengan demo besar-besaran sampai tuntutannya terpenuhi, bahkan anarkis, dimana dong letak dialognya? kecuali klo memang tak ada jalan lain, tapi bukan jalan pertama yang ditempuh

  6. July 22, 2011 at 3:02 PM

    tegas sekali mas tulisannya..saya juga ga habis pikir dengan orang2 yang seperti itu, apa sebenarnya mau mereka. Tak terkecuali orang2 awam saja, orang2 yg katanya berpendidikan tinggi juga sama, ikut2an kaya orang ga punya pendidikan. Kasian pancasila jadinya mas, skarang hanya sebatas simbol saja tanpa dipraktekkan nilai luhurnya..

  7. July 22, 2011 at 4:04 PM

    wehehe saya baru denger tuh kalimat “ngeluruk tanpa bala…”

  8. July 22, 2011 at 5:06 PM

    Menyelesaikan masalah dengan menimbulkan masalah baru, bahkan yang sebenarnya tidak bermasalahpun dibuat menjadi bermasalah, sepertinya ini yang sedang sering terjadi. Astaghfirulloh!

  9. February 10, 2015 at 12:13 PM

    iya. setuju

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: