Home > Uncategorized > Wetan Pasar Muntilan

Wetan Pasar Muntilan

Yang dimaksud wetan pasar Muntilan di sini adalah sebuah jalan yang berada di sebelah timur Pasar Muntilan. Meski jalan tersebut tidak se-terkenal jalan Malioboro, namun tentu saja roda kehidupan yang terjadi di sana benar-benar membuat saya merasa takjub.

Wetan pasar Muntilan merupakan tempat yang digunakan oleh orang-orang untuk mencari nafkah. Tempat tersebut digunakan selama 24 jam oleh orang-orang yang berbeda. Penggunaan tempat tersebut dibagi menjadi 3 fase waktu yaitu :

1. Fase 1 (Jam 2 pagi hingga jam 8 pagi)

Pada fase ini, wetan pasar Muntilan digunakan oleh para pedagang sayur yang menggelar dagangannya di sepanjang jalan ini. Para pemilik warung biasa membeli kulakan dagangan mereka di tempat tersebut. Dengan kondisi udara Kota Muntilan masih dingin, namun kehangatan tampak menyelimuti para pedagang dan pembeli yang melakukan transaksi di wetan pasar muntilan tersebut.

2. Fase 2 (jam 8 pagi hingga jam 5 sore)

Setelah para pedagang yang menjual sayur sudah mulai bubar, tempat ini kembali menjadi lahan rejeki bagi orang lain. Pada fase waktu ini, wetan pasar Muntilan digunakan sebagai lahan parkir untuk sepeda motor. Sebagian lahan juga digunakan untuk pangkalan ojek beberapa kelompok pengojek. Wetan pasar muntilan mulai digunakan sebagai lahan parkir setelah tempat tersebut dibersihkan dari berbagai sampah yang ada.

3. Fase 3 (jam 5 sore hingga jam 2 malam)

Setelah hari menjelang sore, wetan pasar muntilan mulai digunakan untuk mendirikan tenda-tenda biru yang menjual berbagai makanan seperti nasi goreng, bakmi godog, bakmi goreng, tongseng, mie ayam, sate kambing, dsb. Selain itu juga ada beberapa minuman seperti jahe susu, kopi susu, teh hangat, kopi hangat, dsb. Tempat tersebut bisa menjadi salah satu tempat tujuan wisata kuliner di malam hari. Dengan berbagai macam makanan dan minuman yang tersedia, tentu saja bisa menjadi pilihan bagi anda yang ingin mencicipi makanan yang ada di sana.

Demikianlah yang ku tahu tentang wetan pasar Muntilan. Meski tidak se-terkenal jalan malioboro yang ada di Kota Yogyakarta, namun tetap saja tempat itu selalu ada di hatiku. Tempat yang setiap hari menjadi tempat mencari rejeki bagi banyak orang. Meski keadaannya seperti itu, saya rasa tidak alasan untyuk mengusir mereka dari sana. Mungkin yang diperlukan adalah penertiban dan pengaturan dengan sedemikian rupa sehingga tercipta kenyamanan antar sesama.

Mohon maaf saya belum bisa menampilkan gambarnya. Karena kini saya berada di Bandung, meski begitu saya tetap selalu rindu kepada tanah kelahiranku, Kota Muntilan.

Salam

  1. ded
    September 23, 2011 at 11:09 PM

    Dari sini nih Mas Jier perekonomian Indonesia tumbuh dan terus menggeliat.. Lihat pada saat negera kita dilanda Krisis Moneter 1987 lalu, perusahaan-perusahaan besar tumbang, hanya usaha2 kecil begini yang bisa tetap bertahan.

    Reply : Betul sekali om, semoga mereka bisa terus bertahan dan makin berkembang

  2. September 24, 2011 at 1:13 AM

    jadi pengen lihat langsung TKP pasar muntilan sob….cause waktu ntu ane cuma bisa jalan2 di malioboro doankz🙂

    Reply : iya kapan2 mampir ke kota Muntilan mas. biar bisa lihat langsung situasi di sana

  3. riez
    September 24, 2011 at 5:37 AM

    Ow mas jier dari muntilan tho.Pripun kabare mas?

    Reply : alhamdulillah sae mas. hehe🙂

  1. No trackbacks yet.

Silahkan tulis komentar sahabat

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: